Selasa, 06 Maret 2012
DIFRENSIAL (gardan)
gardan ( diferensial )
Salah satu bagian dari mobil
juga bernama diffrential yang oleh montir dinamai gardan. Kerewelan pada bagian
ini biasanya dikatakan “gardan bunyi” atau “gardan rontok”. Bagian mobil ini
memang termasuk paling sulit khususnya menyangkut prosedur penyetelan gigi
gardan yang terdiri dari ring gear dan drive pinion. Penyetelan pada bagian ini
harus menggunakan alat-alat pengukur seperti timbangan dan cat. Berapa berat
gesekan putaran sesuatu bagian setelah dikeraskan dengan kunci juga dalam
ukuran kekerasan berapa besar Kg/cm2. Kalau sudah menyangkut penyetelan kedua
bagian ini penulis sarankan untuk dikerjakan saja pada bengkel- bengkel dealer
atau montir yang sudah berpengalaman dengan catatan mempunyai peralatan
lengkap.Permulaan penulis terjun ke bidang perbengkelan mobil yang pertama
diuji adalah pekerjaan ini. Gardan dari sebuah Hi Ace yang sudah berulang kali
dibawa keluar bengkel, diperintahkan untuk diatasi. Upaya apapun yang dipakai
selalu gagal dan ini lebih mempertegas bahwa gardan yang sudah bunyi tidak
mungkin bisa diperbaiki lagi. Bagi kita yang penting adalah mengetatahui apa
sebenarnya yang menyebabkan sampai gardan rusak. Berikut ini beberapa saran dan
petunjuk, perhatikan gambar:
1. Real Axle Housing, bagian ini dapat dikatakan
sebagai tumpuan berat muatan mobil, karena letaknya dibagian roda belakang,
khusunya pada mobil muatan atau minibus. Pada mini bus jarang ditemukan bagian
ini bengkok, kalaupn terjadi bengkok maka hal itu disebabkan oleh tabrakan.
Pada truk sering ditemukan bagian ini bengkak. Hal ini disebabkan oleh muatan
yang melebihi kapasitan. Bengkoknya bagian ini akan merusak as roda bahkan berusak
pula gigi gardan. Untuk menghindari hal ini maka dalam memberikan muatan pada
mobil harus memperhatikan kondisi per balakang. Kalau per sampai menyentuh
menyentuh differential housing, resiko bengkok sangat besar.
2 dan 4. Gasket. Sebagai bagian untuk menghambat
kebocoran oli gardan bagian ini juga penting. Kalau bocor akan mengakibatkan
pelumasan pada gigi gardan tidak sempurna yang buntutnya kerusakan pada gigi
gardan. Gunakan gasket standard atau kertas gambar, jangan menggunakan karton
tebal.
3. Differntial Carrier. Gigi differential
dipasangkan pada bagian ini. Untuk penyetelan ulang atau penggantian gigi baru
bagian ini dilepaskan dari differential housing. Setelah dibersihkan dari
sisa-sisa oli lalu dipasangkan pada tanggem. Untuk membongkar dan menyetel
bagian ini perlu petunjuk khusus.
5. Differential Ring Gear and Drive Pinion gear
Kit. Dinamakan kit karena untuk memperbaiki differential cukup dengan mengganti
bagian-bagian ini. Pada beberapa merk mobil banyak barang tiruan. Harganya
selisih jauh. Walaupun tidak semua barang tiruan itu buruk namun Anda perlu
berhati- hati untuk membeli kit ini. Repotnya pula umumnya toko tidak mau
menerima kembali gigi yang sudah dicoba, walaupun pada penyetelan masih bunyi.
Maka lebih baik membeli yang orisinil. Untuk lebih aman lagi, kendaraan Anda
bawah ke bengkel dealer karena mereka akan memasangkan yang orisinil dan
memberikan jaminan untuk suatu jangka waktu atau kilometer tertentu. Karena
harga kit differential itu mahal maka sangat disarankan untuk tidak mudah
memutuskan untuk membongkar kalau mendengar suatu gejala bunyi. Untuk
memastikan lebih baik Anda mencoba dengan menjalankan mobil pada jalan datar.
Pada kecepatan 40 samapi 80 kilometer/jam, perhatikan; kalau gigi gardan rusak
maka pada setiap menambah kecepatan ada bunyi dan waktu melepaskan pedal gas
model bunyi pertama hilang dan muncul model bunyi kedua. Bunyi juga bisa
disebabkan oleh rusaknya bearing roda dan permukaan ban. Bunyi yang ditimbulkan
oleh kedua bagian ini lain dan sangat jelas pada saat kecepatan 80 sampai 100
km/jam gigi transmisi Anda freekan.
Sangatlah penting sebelum membongkar bagian ini,
mengadakan penelitian yang saksama. Kurangnya pengalaman bisa mengakibatkan
usaha perbaikan tidak menemui hasil yang diinginkan. Maka pemeriksaan penyebab
bunyi seperti ban dan bearing roda serta bunyi knalpot perlu diteliti satu
persatu. Melanjuti tulisan minggu lalu tentang judul ini maka kita perhatikan
kembali urutan gambar minggu lalu.
6. Bagian dari differetian carrier ini untuk
mengancing salah sisi dari bearing ring gear. Ulir pada bagian ini memudahkan
mintir menyetel bidang singgung dengan drive pinion. Hasil penyetelan dari
bagian ini tidak bisa langsung jadi karena kalau tampak bidang yang
bersinggungan tidak baik maka penyetelan harus diulangi dari pertama lagi yaitu
melepaskan drive shaft. Ini hanya sekedar suatu gambaran singkat rumitnya
penyetelan differential mobil.
7. Kedua bearing yang mengancing drive shaft ini
harus diganti kalau waktu membongkar tampak ada titik- titik hitam atau sudah
berwarna kehitaman karena dengan tetap menggunakan bearing seperti ini hasil
penyetelan yang sudah baik akan berubah menjadi kendor lagi dan mempercepat
keausan bahan bearing, akibatnya akan membuat drive shaft maju dan mundur dan
merusak bidang singgung antara ring gear dengan drive gear.
8. Oil seal yang terletak di bagian ujung dari
dari differential housing ini berfunggi mencegah agar oli tidak habis. Kalau
Anda menemukan di sekitas bagian ini ada basah akibat rembesan oli sebaiknya
segera mengganti seal baru. Lepaskan propeler shaft dan kendurkan mur yang
mengancing drive gear. Untuk melepaskan mur ini harus menggunkan kunci momen.
Perhatikan untuk sampai bisa kendur membutuhkan momen berapa kg/cm2. Hal ini
penting untuk waktu pemasangan kembali. Kekerasannya harus sama. Karena beda
besarnya maka kekerasan pengancingannyapun berbeda. Kalau Anda ragu-ragu
sebaiknya bertanya ke dealer merk mobil tersebut.Memesangkan seal ini harus
duduk dengan baik dan rata. Bersihkan differential carrier sehingga waktu seal
masuk tidak terjadi kebocoran. Boleh juga menggunakan sedikit cairan gasket
pada sisi luar dari seal. Pada mobil yang sudah tua, bisa terjadi bahwa
walaupun prosedur pemasangan sudah betul tetapi oli tetap bocor. Selanjutnya
perlu memperhatikan Universal Joint Flange.
9. Universal joint flange ini adalah bagian yang
meneruskan putaran propeler shaft ke differential disampinng itu ia juga berfungsi
sebagai penyumbat agar oli tidak keluar. Bagian ini selalu berputar sesuai
dengan putaran proper shaft. Walaupun terbuat dari baja ia juga aus termakan
oleh seal yang terpasang pada ujung differential carrier. Hal inilah yang
menyebabkan oli terus keluar walaupun sudah mengganti dengan seal baru. Untuk
mengatasi kondisi seperti ini biasanya montir melepaskan per yang ada pada seal
dan mambuatnya menjadi lebih pendek. Sepintas lalu bisa mengatasi tetapi tidak
tuntas, karena karet dipaksa menyesuikan dengan bagian yang sudah menyecil.
Tindakan yang paling aman tentu dengan mengganti flange baru. Penulis
menyrankan lakukan 2 tindakan: Pertama, seal baru pemasangannya tidak tepat
pada dudukan seal yang lama. Artinya digeser maju atau mundur sekitar 1 mm.
Kedua sisi dalam flange dibuat lebih pendek 1 mm juga atau menempatkan satu
ring baja setebal 1 mm (harus ring baja) pada ujung dalam. Tindakan ini juga
dimaksudkan untuk menggeser bidang yang sudah aus tidak lagi bersinggungan
dengan seal. Dengan tindakan ini hasilnya lebih bagus.
10. Differential pinion atau montir menyebutnya
gigi satelit. Gigi ini yang mengatur supaya pada saat mobil menikung kecepatan
roda kiri dan kanan bisa saling menyesuikan diri. Roda pada sisi sudud dalam
harus lebih lambat putarannya dibandingkan dengan putaran bagian luar. Keausan
pada gigi ini biasanya menimbulkan gejala pada saat mobil mau berangkat atau
pada saat berjalan kalau mau menambah kecepatan atau memperlambat ada bunyi
akibat kelonggaran. Ini bisa disebabkan oleh ausnya as pinion atau specer.
Montir biasanya mengatasi dengan mengganti as baru dan memberi lapis lebih
tebal pada side gearnya.
11. Mur
pengancing drive shaft ini sering kurang diperhatikan. Tidak terlintas untuk
memeriksa apakah masih terkancing dengan baik terutama pada mobil muatan. Kalau
mur ini kendor akan mengakibatkan drive shaft bergerak maju dan mundur. Akibat
dari gerakna ini maka terjadilah perubahan bidang singgungan pada ring gear
dengan drive shaft. Mula- mula akan terjadi bunyi dengung dan suatu saat bahkan
gigi- gigi di dalam differential bisa rontok.Sangat dianjurkan pada truck besar
setiap 3 sampai 6 bulan memeriksa kekerasan mur ini dan setiap tahun pada
kendaraan ringan. Differntial yang terawat dengan baik bisa bertahan sampai
lama dengan sendirinya tidak perlu menguras kantong Anda.
DISTRIBUTOR
DISTRIBUTOR
Fungsi distributor dapat di bagi dalam 4 bagian ;
1. Bagian pemutus / arus . Pada bagian ini terdiri dari
a. breaker point (contact point / point )
Fungsinya adalah untuk memutuskan arus listrik dan menghubungkannya dari kumparan primer coil ke massa agar terjadi induksi pada kumparan sekunder coil .induksiterjadi pada saat breaker point I putus atau terbuka
Lihat gambar ;1. Bagian pemutus / arus . Pada bagian ini terdiri dari
a. breaker point (contact point / point )
Fungsinya adalah untuk memutuskan arus listrik dan menghubungkannya dari kumparan primer coil ke massa agar terjadi induksi pada kumparan sekunder coil .induksiterjadi pada saat breaker point I putus atau terbuka

b. camlobe ( nok )
Fungsinya adalah untuk mengungkit breaker point agar dapat memutus dan menghubungkan arus listrik pada kumparan primer coil

C kondensor
Fungsinya adalah untuk menghilangkan /mencegah terjadinya loncatan api atau bunga api listrik pada breaker point. Kemampuan dari suatu kondensor dapat di tunjukkan dengan berapa besar kapasitasnya.kapasitas kondenser di ukur dalam (uf ) mikro farad.pada kendaraan Toyota ,condenser yang di pergunakan ada 3 macam ;
Condenser kabel warna hijau kapasitasnya 0,15 uf
Condenser kabel warna kuning kapasitasnya 0,22 uf Condenser kabel warna biru kapasitasnya 0,25 uf

Terbakarnya breaker point sering juga di akibatkan oleh condenser yang tidak sesuai dengan kapasitasnya atau kapasitasnya tidak normal.
2. Bagian Distributor
Bagian ini berfungsi membagi – bagikan ( mendistribusikan )arus tegangan tinggi yang di hasilkan / di bangkitkan oleh kumparan sekunder pada ignition coil ke busi pada tiap –tiap silinder sesuai dengan urutan pengapian .bagian ini terdiri dari tutup distributor dan rotor
Lihat gambar ;

3. Bagian Governor Advancer
Bagian ini berfungsi untuk memajukan saat pengapian sesuai dengan pertambahan mesin .bagian ini terdiri dari Governor weight dan governor spring ( pegas governor )
Gambar di bawah ini menunjukkan kontruksi dari Governor Advancer
Bagian ini berfungsi untuk memundurkan atau memajukan saat pengapian pada saat beban mesin bertanmbah atau berkurang. Bagian ini terdiri dari breaker plate vakum advancer ,yang akan bekerja atas dasar kevakuman yang terjadi di dalam intake manifold.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar